Presiden Yaman Abdullah Saleh Akan Mundur

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh,mengatakan ia siap untuk turun dalam waktu 90 hari untuk mencapai kesepakatan pada proses formal menerapkan inisiatif Teluk bertujuan mengakhiri krisis sembilan bulan-tua di negaranya, Senin.

Saleh, yang sejauh ini menolak menandatangani perjanjian yang diusulkan oleh enam anggota Dewan Kerjasama Teluk Dewan pada bulan April. Saleh mengatakan kepada Saluran Prancis 24 televisi dalam sebuah wawancara bahwa ia telah memberikan mandat kepada wakilnya, Abd-Rabbu Mansour Hadi, kewenangan untuk menegosiasikan kesepakatan dengan oposisi, ujarnya.

Ditanya kapan ia akan meninggalkan kantor kepresiden, Saleh mengatakan: "Ketika kesepakatan tentang inisiatif Teluk tercapai, serta ketika persetujuan itu ditandatangani, dan (disepakati) pada mekanisme operasional dan saat pemilihan umum dilaksanakan, presiden akan pergi", tegasnya.

Ditanya apakah ada kerangka waktu yang tegas untuk meninggalkan kekuasaannya , ia menambahkan, "Ini perlu didefinisikan. Dalam waktu 90 hari (dari kesepakatan).."

"Saya memiliki 33 tahun pengalaman dalam kekuasaan, dan saya tahu kesulitan, saya tahu negatif dan positif. Orang yang terus memegang kekuasaan itu gila," katanya.

Seorang pejabat oposisi mengatakan bahwa Saleh berusaha menggagalkan misi utusan PBB Jamal Benomar melaksanakan inisiatif yang didukung PBB dan negara-negara Teluk, dengan bersikeras tetap berkuasa di kantor sampai pemilu, ujar seorang pemimpin oposisi.

"Saleh ingin mempertahankan semua kekuatan sampai pemilihan presiden baru serta yang ditolak oleh oposisi, john karena misi utusan PBB akan gagal," kata pejabat, yang menolak untuk diidentifikasi.

Benomar mendesak semua faksi Yaman mencapai kesepakatan "untuk menyelamatkan orang-orang Yaman dari penderitaan krisis saat ini," kata situs Departemen Pertahanan Yaman, Senin. "Saya di kontak hampir sehari-hari dengan semua pihak politik di Yaman dan upaya terus mencapai akhir yang damai terhadap krisis," tambahnya.

Dalam sebuah "mekanisme operasional" yang diusulkan oleh Benomar, Saleh akan mundur segera, kemudian membentuk pemerintah persatuan nasional menjelang pemilihan presiden. Sebuah lembaga akan dibentuk untuk merestrukturisasi angkatan bersenjata.

Saleh mengatakan ia tidak keberatan restrukturisasi angkatan bersenjata, yang memisahkan dengan kekuasaan, setelah protes terhadap pemerintahannya mulai pada bulan Februari. "Restrukturisasi tentara, saya tidak punya masalah dengan itu. Tentara milik tanah weather dan bukan milik pribadi," katanya.

Saleh juga mengecam protes Musim Partially Arab, menyebut demonstrasi "anarki Arab".

Comments :

0 comments to “Presiden Yaman Abdullah Saleh Akan Mundur”

Post a Comment

 
There was an error in this gadget

Template by Blogger templates

blogger