Bahkan Militer Kenya harus Khawatir Keledai Dijual ke Pejuang Al-Shabaab

Juru bicara militer Kenya menggunakan akun Twitternya memperingatkan orang-orang untuk tidak membantu pejuang Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaidah dengan menjual kepada mereka alat transportasi jadul yaitu: keledai.
"Kenya berurusan dalam perdagangan keledai sepanjang perbatasan Kenya-Somalia dan menyarankan warga untuk tidak menjual hewan keledai mereka kepada Al Shabaab," isi twitter Chirchir, menambahkan: "Menjual keledai ke Al Shabaab hanya akan melemahkan upaya kami di Somalia."
"Selain itu kami juga diberitahu bahwa harga keledai telah meningkat dari $ 150 sampai $ 200 untuk seekor keledai. Dengan demikian, setiap konsentrasi besar dan gerakan pemuatan keledai akan dianggap sebagai aktivitas Al Shabaab," kata Chirchir di twitternya.
Chirchir mengatakan bahwa Twitter adalah cara mudah yang cepat dan mudah mengkomunikasikan pesan militer, dan banyak warga Somalia sekarang yang sedang online. Awal pekan ini, Chirchir dalam twitternya menulis daftar 10 kota Somalia yang akan segera diserang, mendorong warga untuk mengungsi setelah media Somalia mengangkat informasi tersebut.
Juru bicara Mayor Emmanuel Chirchir mengupdate status twitternya terkait aksi militer Kenya ke Somalia untuk memerangi pejuang al-Shabaab.
Pada hari Kamis kemarin (3/11), ia memperingatkan pesawat tak dikenal agar keluar dari wilayah tersebut karena dikhawatirkan mereka mengangkut senjata untuk pejuang al-Shabaab. Chirchir mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Kenya akan menembak jatuh setiap pesawat diduga membawa senjata untuk pejuang Al-Shabaab

Comments :

0 comments to “Bahkan Militer Kenya harus Khawatir Keledai Dijual ke Pejuang Al-Shabaab”

Post a Comment

 
There was an error in this gadget

Template by Blogger templates

blogger