Abdul Jalil: Libya Tidak Akan Menjadi Negara Ekstrimis Islam

 Libya tidak akan berubah menjadi sebuah negara ekstremis Islam, pemimpin sementara Libya meyakinkan diplomat tinggi Uni Eropa pada Sabtu kemarin 912/11), menambahkan bahwa pembentukan pemerintahan baru negara tersebut akan selesai pada minggu mendatang.

Mustafa Abdul Jalil, ketua Dewan Transisi Nasional (NTC), telah menyebabkan kegemparan di Barat bulan lalu ketika ia mengatakan hukum syariah Islam akan menjadi sumber utama undang-undang di Libya yang baru dan setiap hukum yang melanggar ajaran Islam akan dibatalkan.


Pada konferensi pers dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton, dia menyatakan: "Kami tidak akan menjadi negara ekstrimis Islam. Kami adalah Islam yang moderat."


Anggota NTC yang lain mengatakan Abdul Jalil telah menyatakan pandangan pribadinya tentang peran hukum Syariah. Mereka mencatat bahwa sebuah konstitusi, yang akan membahas peran agama di Libya, hanya akan ditulis tahun depan

Comments :

0 comments to “Abdul Jalil: Libya Tidak Akan Menjadi Negara Ekstrimis Islam”

Post a Comment

 
There was an error in this gadget

Template by Blogger templates

blogger