Muslimah AS Gugat Maskapai Penerbangan Setelah Dipaksa Turun dari Pesawat


Seorang wanita muslim dari San Diego melakukan gugatan terhadap maskapai Southwest Airlines setelah ia dibatalkan dan dipaksa turun dari penerbangan bulan Maret lalu ketika anggota awak pesawat menganggap perilakunya mencurigakan.
Irum Abbasi, yang mengenakan jilbab, duduk dalam penerbangan dan bersiap-siap untuk berangkat dari Lapangan terbang Lindbergh San Diego menuju ke San Jose ketika seorang pramugari pesawat khawatir tentang sesuatu yang apa yang dia katakan pada percakapan ponselnya.
Abbasi dilaporkan mengatakan bahwa dia berbicara kepada seseorang di ponselnya, dengan mengatakan: "Saya harus pergi (I have to go)" tapi pramugari itu mengira dia telah berkata, "It's a go (Ini adalah kesempatan)."
Abbasi kemudian dikawal turun dari pesawat oleh karyawan dari Administrasi Keamanan Transportasi dan terpaksa batal untuk terbang ke San Jose.
Seorang warga negara AS, Abbasi telah tinggal di Amerika Serikat untuk satu dekade setelah beremigrasi dari Pakistan. Dia mengambil penerbangan ke San Jose, di mana dia adalah mahasiswa pascasarjana di San Jose State.
Gugatan, yang diajukan atas namanya dilakukan oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam-California (CAIR) atas tuduhan maskapai penerbangan melakukan tindakan diskriminasi.
Tiga hari setelah insiden pada 13 Maret lalu, maskapai telahm eminta maaf dan mencatat bahwa Abbasi bisa duduk di penerbangan berikutnya ke San Jose dan diberi voucher perjalanan.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan," kata maskapai tersebut dalam permintaan maaf publik.
Namun pengacara James McElroy dan wakil dari Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) telah menjadwalkan sebuah konferensi pers Kamis ini (6/10) di luar terminal di Lapangan terbang Lindbergh untuk membahas gugatan Irum Abbasi

Comments :

0 comments to “Muslimah AS Gugat Maskapai Penerbangan Setelah Dipaksa Turun dari Pesawat”

Post a Comment

 
There was an error in this gadget

Template by Blogger templates

blogger