Laporan: Tentara Inggris Bantai Warga Sipil Afghan Termasuk Wanita dan Anak-Anak


Setidaknya 30 warga sipil Afghanistan, termasuk wanita dan anak-anak, dilaporkan tewas dalam insiden yang melibatkan pasukan Inggris sejak tahun 2005, dokumen-dokumen militer Inggris mengungkapkan Rabu hari ini (5/10).
Polisi Militer Kerajaan (RMP) telah menyelidiki hampir 100 insiden di mana mereka mengklaim pasukan Inggris telah melukai atau menewaskan warga sipil Afghanistan, dokumen yang diperoleh oleh surat kabar Guardian di bawah Kebebasan Informasi menunjukkan hal tersebut.
Seiring dengan kematian 30 warga sipil, dilaporkan bahwa 42 warga sipil terluka antara bulan Januari 2005 dan Maret tahun ini di mulai dari insiden penembakan dan pemboman dijalanan.
Namun seorang jurubicara Kementerian Pertahanan mengatakan: "Perlindungan terhadap penduduk sipil Afghanistan merupakan inti dari strategi militer kita."
"Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) telah bekerja sangat keras untuk mengurangi korban sipil, memperkenalkan aturan baru untuk mengatur penggunaan pasukan. Dan kita telah sukses cukup besar untuk hal tersebut.
"Namun, sebagian besar korban sipil disebabkan oleh Taliban.
"Ketika kita menyadari adanya kejadian atau insiden yang dituduhkan, Inggris mengikuti proses ISAF untuk menyelidikinya."
Inggris memiliki sekitar 9.500 tentara di Afghanistan, menjadi penyumbang terbesar kedua untuk pasukan NATO pimpinan AS.
Pasukan Inggris terutama berbasis di Helmand, dan bertugas memerangi gerilyawan Taliban dan melakukan pelatihan pasukan keamanan lokal

Comments :

0 comments to “Laporan: Tentara Inggris Bantai Warga Sipil Afghan Termasuk Wanita dan Anak-Anak”

Post a Comment

 
There was an error in this gadget

Template by Blogger templates

blogger